Wisata Di Desa Legung Timur Wajib Tidur Di atas Pasir

Traveler yang sedang tertidur di kasur dari pasir

Traveler yang sedang tertidur di kasur dari pasir

Unik. Itulah Indonesia. Negara kita ini memang punya banyak beragam keunikan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Salah satu yang unik dan menarik adalah desa 'anti' kasur ini.

Saat Anda traveling ke daerah Madura, Jawa Timur, cobalah berkunjung dan bermalam di desa pesisir utara Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Desa Legung Timur, hampir seluruh masyarakat di desa ini bekerja sebagai nelayan.

Sekilas memang tidak ada yang aneh. Anda bisa menghabiskan liburan dengan menikmati kehidupan desa nelayan yang ramah ini. Anda bisa melihat para nelayan pergi melaut, bermain di pantai, atau bersosialisasi dengan kehidupan warga Desa Legung Timur.

Tapi, saat malam tiba Anda akan diberi kejutan khusus oleh si pemilik rumah tempat Anda menginap. Saat masuk ke kamar pelancong tidak akan menemukan kasur kapuk atau spring bed seperti rumah pada umumnya. Ya, di kamar tersebut hanya ada gundukan pasir yang diratakan atau kolam pasir.

Setiap traveler pasti mengharapkan adanya kasur sebagai alas tidur saat bermalam di sebuah tempat. Tapi, tidak akan ada kasur bila Anda berlibur dan bermalam di Desa Legung Timur, Madura karena warga desa ini selalu tidur di atas pasir.

Ini bukan berarti mereka tidak mampu membeli kasur, tapi karena sudah jadi tradisi setempat. Pasir yang dijadikan alas tidur merupakan pasir putih yang diambil dari pesisir sekitar. Penduduk desa juga percaya mampu mengobati sakit rematik. Bahkan, mereka punya kepercayaan kalau melahirkan di atas pasir bisa membuat bayi lebih sehat.

Uniknya lagi, pasir yang digunakan juga tidak lengket di tubuh. Hal ini juga dianggap menjadi keistimewaan tersendiri. Setiap kamar yang ada di rumah tersebut ada sepetak bidang seperti kolam. Pinggiran bidang tersusun dari batu bata. Kemudian, bidang tersebut diisi dengan pasir putih.

Selain di kamar, pasir putih juga banyak tersebar di bagian halaman rumah. Ibu-ibu sekitar juga suka duduk-duduk sambil mengobrol di atas pasir tersebut. Pasir yang digunakan warga sekitar, sudah melewati proses penyaringan agar benar-benar bersih.

Pasir yang digunakan untuk tidur biasa dibersihkan dengan cara diayak setiap pagi dan sore. Penggantian pasir pun dilakukan setahun sekali. Selain di Desa Legung Timur, dua desa lainnya yaitu Desa Dapenda dan Desa Legung Barat.

Wisata-wan yang datang ke desa-desa ini juga bisa ikut merasakan sensasi tidur di atas kasur. Tidur di atas pasir membuat tubuh terasa lebih hangat saat musim dingin dan jadi lebih dingin saat musim panas.

loading...