Wisata Batik Organik Pasuruan

Seputar-Pasuruan Ciri khas batik ini adalah penggunaan bahan organik untuk pewarna kain. Pusat Batik Organik Pasuruan diproduksi di Jl Bader No 177 Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.

Batik Organik Pasuruan produksinya menggunakan getah daun mangga, jolawe (sejenis rumput-rumputan), mahoni, kunyit, dan bahan-bahan dasar lainnya untuk pewarna batik. Meskipun bahan dasarnya dari tumbuhan-tumbuhan organik, Batik Organik Pasuruan diproduksi beraneka warna dari kuning keemasan hingga cokelat tua bahkan kebiru-biruan.
Wisata Batik Organik Pasuruan
Untuk mendapatkan gradasi dan kedalaman warna bergantung proses fiksasinya (biasa disebut teknik pencelupan), Batik Organik Pasuruan menggunakan zat pengikat seperti kapur, tawas, atau batu tunjung.
Kain Batik Organik Pasuruan harganya menjadi lebih mahal, karena prosesnya menjadi lebih lama. Jika kain batik yang menggunakan pewarna kimia, sekitar dua pekan bisa selesai. Namun, jika menggunakan pewarna organik, Batik Organik Pasuruan bisa mencapai antara satu sampai dua bulan.
Oleh karena itu, tidak heran bila kain Batik Organik Pasuruan harganya lebih mahal daripada kain batik dengan pewarna dari bahan kimia.  Kain Batik Organik Pasuruan dengan pewarna alami ini dijual antara Rp 400.000 hingga Rp 4,5 juta per lembar. Kain itu memiliki lebar beragam, ada yang lebarnya 2,5 meter ada juga dengan lebar 4,5 meter. Itu masih ditambah selendang. Harga juga bergantung motif serta kain yang digunakan, apakah kain mori, sutera, atau sutera ATBM (alat tenun bukan mesin).
Konsumennya, mulai dari warga Seputar-Pasuruan, pejabat di pemerintahan, pengajar, hingga konsumen mancanegara. “Di luar negeri, tekstil dengan pewarna kimia dilarang. Takut terkena kanker kulit. Jadi mereka lebih suka yang pakai pewarna organik. Back to nature katanya,” Begitu kata para pengrajin Batik Organik Pasuruan.
Wisata Batik Organik Pasuruan
Batik Organik Pasuruan bukan semata karya seni yang bernilai ekonomi, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan kebudayaan daerah melalui seni batik. Selain itu, hal yang sangat mendalam mengenai manfaat membatik memberikan ketenangan jiwa. “Jika kita meresapi filosofi batik, lekukannya, motifnya, tekniknya, kesabaran dalam prosesnya, ketenangan jiwa akan didapatkan,” Begitu kata para pengrajin Batik Organik Pasuruan. “Itulah sebabnya kalau kita memakai batik akan keluar aura yang berbeda ketika kita memakai baju biasa. Membeli batik adalah membeli seni kebudayaan,” imbuh para pengrajin di sana.
Desain motif Begitu kata para pengrajin Batik Organik Pasuruan selalu mengangkat potensi-potensi Seputar-Pasuruan. Di antaranya :
  1. Sumirat Ambarwangi, kain batik dengan motif bunga sedap malam yang merupakan bunga ikon Pasuruan.
  2. Batik Welirang Gondo Mukti, yaitu batik bermotif Gunung Welirang, kawasan wisata andalan Pasuruan.
  3. Batik Ciptaning Kusuma Wijaya, yakni batik bermotif Raja Airlangga yang sedang bersemedi di Gunung Arjuna.
  4. Ada juga batik Wiyosing Widi, batik dengan motif bunga krisan, khas Nongkojajar, dan
  5. Batik Husadaning Yekti, batik bermotif daun sirih, dan batik Jumputan pasir Bromo yang merupakan objek wisata andalan Pasuruan, yang sekarang terkenal di kalangan remaja.
  6. Batik Sekar Jagat dengan motif aneka bunga, yang terakhir ini adalah motif Indonesia.
loading...