Perawan: Aku Sudah Tidak Perawan

Aku Sudah Tidak PerawanPerawan..!! Aku Sudah Tidak Perawan..., begitu kalimat yang meluncur dari bibir Perawan (nama samaran) saat curhat kepada penulis seputar pasuruan.Ini sepenggal curhat seorang teman penulis seputar pasuruan  yang disamarkan dengan nama  Perawan

Terdengar suara pintu yang sangat keras sekali grobak..!!!! suara pintu itu membuyarkan lamunan penulis seputar pasuruan. Kontan saja penulis seputar pasuruan berlari dan membukakan pintu untuk Perawan. Dan dengan sangat terheran-heran, aku lihat seorang cewek yang bermata sembab dan sayu, wajah pucat pasi, rambut tidak beraturan sedang berdiri di depanku. Perlu waktu beberapa menit untuk aku mengenali cewek itu. Dan ternyata... dia teman sekamar kost denganku (dulu)….ternyata “Perawan”.

Tanpa menunggu aba-aba dariku, dia langsung menangis sejadi-jadinya ... kemudian badannya lemas, dan akhirnya pingsan. Tapi sebelum tetangga satu erte datang semua, aku mengingatkan dia: Kamu boleh nangis... tapi jangan kenceng-kenceng, ini sudah malam. Dan entah apa yang terjadi, dia diam dan mulai bercerita denganku.

Dia punya temen sekolah (satu kelas) yang menurutnya sangat ganteng dan baik kepadanya (tentu temannya ini cowok). Cowok itu sering mengajaknya bercanda bercengkerama dan menjadi pendengar yang setia untuk setiap masalah dan keluhannya. Tetapi entah mengapa, setiap kali ada orang yang tahu ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja cowok itu pergi. Dan di depan semua orang, seakan-akan cowok itu tidak pernah kenal "dekat" dengan-ku begitu kata Perawan teman ku ini.

Hal itu berlangsung terus selama setahun. Dan memasuki hubungan "rahasia" mereka di tahun yang kedua, tidak banyak perubahan dari hubungan mereka. Malahan si cewek alias si perawan ini semakin merasa "nyaman" untuk bersama dengan cowoknya itu.Red heart Beberapa kali mereka pernah jalan bareng (istilah kerennya ngedate), tetapi tentunya tanpa sepengetahuan orang lain. Di kelas, sebagai imbal baliknya... si perawan selalu memberikan contekan gratis untuk setiap tugas-tugas dan test-test yang diberikan oleh para pengajar. Bahkan, tidak jarang si cewek harus membuat dua tugas atau menulis dua kertas ulangan sebagai bukti pengorbanannya. Smile

Sampai suatu malam.... si cewek yang tidak lain si perawan ini sedang menghadapi dilema besar di keluarganya... Bapaknya akan kawin lagi. Dan si cowok pun juga sedang menghadapi masalah yang tak kalah rumit.... dia diputus oleh pacarnya. Mereka berdua bertemu... jalan-jalan keliling kota... dan akhirnya berhenti di suatu tempat. Kemudian......

Sampai ceritanya disini perawan tadi langsung menjerit histeris. Uh... aku hanya bisa mengambil handuk untuk mengelap keringatnya yang bercucuran sedari tadi. Setelah menyalakan fan di ruangan tamu penulis seputar pasuruan, aku bertanya: Kemudian apa…sih ??

Dia tidak menjawab. Setelah histeris... dia diam... tertunduk lesu....

Penulis seputar pasuruan tidak mengerti apa maksudnya. Penulis tidak berani mereka-reka sesuatu yang terlalu jauh. Tapi aku juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Dia hanya bilang: Aku takut... aku malu.... aku bingung.... aku.... aku... aku... Smile (sambil terisak-isak... semua air mata tumpah... dan so sad lagh....)

Sempat penulis malah terbawa emosi dan membentaknya. Hey...!!!Kamu kenapa?!?! Apa yang terjadi?!?!?! Kemudian apa?!?!?!

Aku Sudah Tidak Perwan LagiWah... dia malah semakin diam. Dan penulis jadi ketakutan... takut kalau-kalau dia pingsan lagi... (duh, gimana ni?? aku di kost sendirian). Kemudian aku mulai lembut dan meminta maaf kepadanya. Sesudah itu, kami berdua sama-sama terdiam. Hanya suara fan di ruangan tamu yang lumayan berisik dan beberapa suara jangkrik yang terdengar.

Dan tiba-tiba dia memecah keheningan malam dengan berkata: Aku sudah tidak perawan lagi... Crying face

Mendengar itu, penulis seputar pasuruan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian si perawan diam... .. Sementara dalam benak terpikirkan tentang kepenatan hidup seorang teman yang menyangkut keperawanan, virginity, malam pertama  yang menjadi momok kala inu dan aku tidak punya kosakata yang cukup untuk berbicara kepadanya. Hingga akhirnya aku hanya merangkul perawan dan membiarkannya tidur untuk sejenak melupakan kepenatan hidupnya...... Sad smile

bersambung minggu depanGirl

loading...