Menyenangkan Saat di Jalan

Lampu Hazard Bukan Tanda Berkendara Saat Hujat Lebat

Tidak sedikit pengendara yang masih menghidupkan lampu hazard saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat. Dengan menyalakan lampu kuning yang berkedip tersebut mereka bermaksud memberi sinyal / tanda kepada para pengendara lain agar dapat melihat atau mengetahui keberadaan mereka di jalan raya.

Maksud memberi sinyal kepada pengendara lain memang baik-baik saja. Tapi masalah akan sangat terasa ketika kendaraan melintas di persimpangan. Bisa dibayangkan betapa bingungnya pengendara lain saat di persimpangan bertemu dengan kendaraan yang keempat sign di sisi kiri kanan dan depan belakang berkedip berbarengan.

Jika berkendara di bawah guyuran hujan, bukan lampu hazard yang seharusnya dinyalakan. Cukup nyalakan lampu kecil saja agar pengendara lain dapat mengetahui dan melihat keberadaan mobil kita. Atau, jika hujan memang sangat deras bisa menyalakan lampu besar atau lampu kabut.

Dilihat dari fungsinya, lampu hazard memang untuk tujuan yang lain. Lampu hazard kita nyalakan sebagai isyarat bahwa kendaraan kita dalam kondisi darurat. Tetapi bukan saat mobil melaju. Kita bisa menyalakan lampu hazard ketika mobil dalam kondisi darurat di pinggir jalan. Misalnya, saat mengalami mogok atau tengah mengganti ban, dsb.

Jadi, sudah saatnya menghilangkan kebiasaan menyalakan lampu hazard saat berkendara di hujan lebat.

ETIKET MENGGUNAKAN KLAKSON

Pernah mendengar orang membunyikan klakson pada malam hari? Rasanya mengganggu sekali! Ada pula orang tidak sabar bahwa dengan membunyikan klakson di jalan sempit terhadap pengendara sepeda, yang tidak tahu harus menyingkir kemana. Disuruh cepat tidak bisa karena modalnya cuma napas. Kalau sudah begitu, cuma terlontas pernyataan tak berdaya. Apakah ada aturan bagaimana caranya menggunakan klakson dengan benar, dan apakah ada sangksi menurut undang- undang lalu lintas?

Memang klakson ini enak bagi yang menggunakan dan menyebalkan bagi yang diklakson. Oleh karena itu menggunakan klakson harus pada saat yang dibutuhkan bukan sembarang waktu di gunakan. Coba Anda membayangkan betapa kesal rasanya mendengar klakson berkali- kali dari tetangga pada malam hari, bahkan dini hari hanya karena ia minta dibukakan pintu pagar oleh pembantunya. Seolah tidak mempedulikan disekitarnya ada orang sedang sakit, membuat bayi kaget, atau orang lanjut usia yang sedang istirahat. Karyawan yang perlu istirahat agar mereka dapat bekerja kembali pada pagi esok harinya.

Di negeri ini, Siam dan Makao terkenal royal menggunakan klaksan. Anehnya 2 negeri yang disebut pertama masyarakatnya membanggakan diri sebagai yang memiliki solidaritas yang tinggi, sopan dan ramah. Namun dalam hal menggunakan klakson sering kali kenyataannya sebagian besar orang negeri itu bertolak belakang dengan julukan tersebut. Kalau dijalan raya mereka ingin menjadi raja, dan selalu minta didahulukan dengan membunyikan klason. Lainnya membunyikan klakson hanya sekedar agar dibukakan pintu oleh pembantunya.

Banyak kalangan mengakui cara berlalu lintas dan penggunaan klakson menggambarkan tingkat kesiplinan bahkan karakter suatu bangsa. Dalam suatu perjalanan ke Bangkok, penulis menyaksikan pola berlalu lintas mirip di Jakarta, Hongkong dan Makao. Kota- kota ini bisa mewakili kota- kota yang sangat royal membunyikan klakson. Sering kali klakson dibunyikan tanpa alasan, hanya iseng saja. Namun sebaliknya di Tokyo, Osaka, Los Angeles maupun Las Vegas dan negeri maju lainnya, penulis menyaksikan ibu- ibu, orang tua dan anak anak diberi kesempatan menyeberang tanpa terdengar klakson dibunyikan. Jalan dimana kendaraan belok kiri boleh jalan terus selalu memberikan kesempatan kepada pejalan kaki. Tidak ada bunyi klakson seperti menghalau hewan cepat lewat. Di Singapura lain lagi. Begitu ada lampu yang memperbolehkan manusia menyeberang maka serta merta anak- anak berlari memotong jalan. Tidak mau ambil pusing apakah mobil - mobil sudah berhenti atau belum. Betapa bahayanya cara ini dilakukan di negeri ini. Karena kita biasanya tancap gas kalau lampu pengatur lalu lintas menunjukan warna kuning. Demikian pula di negeri - negeri ini hampir tidak pernah mendengar klakson dibunyikan.

Klakson memang merupakan perlengkapan standard pada mobil. Namun fungsi klakson sudah berubah di banyak negeri. Bukan sebagai tanda melaingkan ada yang sudah berubah menjadi aksesoris dan menghasilkan bunyi bermacam- macam. Tentang klakson ini, memang belum ada aturan tertulis. Tata cara yang ada terbatas dikalangan pengemudi di negeri ini. ATPM melengkapi mobil dengan klakson yang sesuai ketentuan teknik dan kesehatan yang bunyinya lembut namun biasanya diganti dengan klakson yang bunyinya memekakan telinga.

Berikut ini beberapa hal menyangkut klakson yang kiranya dapat memperkaya pemahaman terhadap klakson.

Klakson pada malam hari pasti mengundang omelan, menyumpahi dan lain sebagaimnya, bukan memuji. Hal ini tentu wajar saja karena dari sinar lampu sebenarnya orang sudah mengetahui ada mobil yang lewat, dan apa perlunya membunyikan klakson? Membunyikan klakson pada malam hari sangat mengganggu ketentraman hidup.

Pada tahun enam puluhan masih dapat dijumpai mobil yang pada malam hari, ketika kontak lampu besar ditarik, serentak memutuskan arus untuk klakson. Sehingga walaupun tidak sengaja menyenggol kontak, klakson tidak bakal berbunyi.

Tidak pantas klakson dibunyikan pada malam hari termasuk saat mau mendahului mobil lain. Pengemudi toh bisa melihat, aman atau tidaknya jalan didepan. Kalau kelihatan aman maka dengan satu kali memberikan lampu jauh mobil Anda dan bersabar sebentar tentu sudah boleh mendahului, karena kendaraan didepan menepi memberi jalan. Namun bisanya jalan raya menjadi ajang mainan. Setelah Anda klakson malah mobil yang di depan tancap gas mengundang Anda main ngebut.

Siang haripun sama saja. Bunyikan klakson cukup satu kali kalau mau mendahului mobil lain. Dengan berulang kali menekan klakson bisa mengundang kejengkelan pada pengemudi di depan. Kesannya Anda memaksa orang lain harus memberikan jalan bagi Anda. Cara ini mungkin membuat ia mengambil sikap masa bodoh dan tidak memberikan kesempatan kepada Anda untuk mendahului. Bahkan ada sebagian pengemudi yang karena merasa jengkel, memainkan stir ke arah mobil Anda dan tentunya sangat berbahaya bagi Anda dan mobil Anda. Kejadian- kejadian seperti ini bukan merupakan hal yang aneh dan bisa Anda jumpai di jalan raya, karena umumnya orang tidak mau diklakson . Agar terhindar perselisihan pendapat dan agar perjalanan Anda lancar maka bersabar saja atau dari jauh- jauh sudah membunyikan klakson. Hal serupa kalau didepan Anda ada dua tiga motor yang sejajar. Mungkin dengan di klakson malah motor- motor tersebut tidak mau menepi.

Pada siang hari banyak penjalan kaki yang biasa menyebang tidak pada tempatnya dan seenaknya. Kalau mereka diklakson malah Anda mendapat umpatan, maka hendaknya tidak membunyikan klakson yang jarak mobil tinggal 1 atau 2 meter, karena akan membuat terkejut penjalan kaki. Dalam situasi jalan yang ramai memang Anda lebih "royal" menggunakan klakson.

Anda mungkin pernah sebagai penumpang pada malam hari di tempat yang sepi tidak tampak sesuatu, sang pengemudi membunyikan klakson satu kali. Biasanya bunyi klakson ini dihubungkan dengan angkernya tempat tersebut akibat serinya terjadi kecelakaan. Tentu dapat dimengerti, karena semua pengemudi menginginkan keselamatan bukan sebaliknya. Diharapkan roh halus akan menyingkir. Apakah ada perbedaan tabiat antara manusia dan roh halus? Karena manusia kalau dikagetkan dengan klakson pasti marah tersinggung atau paling tidak diomeli.

Bagi Anda yang pernah bepergian ke luar negeri, khususnya ke negara maju seperti, Jepang, Eropa atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson. Tingginya rasa solidaritas dan displin berlalu lintas maka klakson hanya digunakan untuk "menghalau binatang".

Good Luck

loading...